Jika pengambil gambar itu disebut fotografer, maka kami di sini mungkin hanyalah fotografer pemula. Betapa tidak, jika fotografer amatir atau fotografer bisnis telah lancar bicara merk kamera dan teknis pemotretan, pada saat yang sama kami baru bisa menggunakan kamera pinjaman. Jadi, sah-sah saja andai hanya fotografi pemula yang lebih dulu diterapkan.

Pendek kata, kami mulai merekam satu demi satu peristiwa atau agenda, sehingga nantinya bisa menjadi dokumentasi atau output lain. Tentu saja yang out of focus dieliminasi atau dikenakan perlakuan lain. Alhasil, satu demi satu potongan ‘adegan-adegan’ itu, kelak bisa diumpat sebagai cerita lama!

Iklan